pknusantara.com, Banjarmasin – Persoalan akurasi pendataan desil masyarakat dan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi dua aspirasi utama yang disampaikan warga dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Banjarmasin, GT Yuli Rahman, dari Fraksi Partai Demokrat, di Jalan Antasan Raden, Gang Gusti, RT 20, Kelurahan Teluk Tiram, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari, sekaligus menyuarakan harapan agar program pemerintah dan pelayanan publik dapat berjalan lebih baik serta tepat sasaran.
Dua persoalan tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, mulai dari ketepatan sasaran bantuan sosial hingga terpenuhinya kebutuhan dasar berupa air bersih.
Akurasi Pendataan Desil Perlu Diperhatikan
Pendataan desil menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan reses tersebut. Ketepatan data sosial ekonomi masyarakat sangat penting agar program pemerintah, khususnya bantuan sosial, dapat menjangkau warga sesuai kriteria dan ketentuan yang berlaku.
Desil merupakan pengelompokan penduduk ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Secara umum, kelompok desil yang lebih rendah menunjukkan tingkat kesejahteraan relatif lebih rendah. Namun, penetapan penerima bantuan tetap mengikuti persyaratan masing-masing program.
Apabila terdapat warga yang merasa kondisi ekonominya belum tercermin secara tepat dalam data, diperlukan mekanisme pengecekan dan pemutakhiran melalui instansi berwenang.
Karena itu, aspirasi masyarakat mengenai pendataan desil perlu mendapat perhatian agar proses pendataan terus diperbaiki dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Masyarakat berharap tersedia ruang untuk menyampaikan keberatan maupun mengusulkan pembaruan data apabila ditemukan ketidaksesuaian, sehingga kebijakan pemerintah dapat lebih tepat sasaran.
Air Bersih Menjadi Kebutuhan Mendesak Masyarakat
Selain persoalan pendataan desil, kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian warga Kelurahan Teluk Tiram.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan air yang layak, lancar, dan terjangkau sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas rumah tangga sehari-hari.
Pelayanan air bersih tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan jaringan distribusi, tetapi juga mencakup kualitas air, kelancaran aliran, kontinuitas pasokan, serta keterjangkauan biaya bagi masyarakat.
Apabila pelayanan belum optimal, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh warga, mulai dari kesulitan memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Oleh sebab itu, aspirasi mengenai air bersih perlu ditindaklanjuti melalui identifikasi permasalahan di lapangan dan koordinasi dengan penyedia layanan maupun instansi terkait.
Warga berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius agar pelayanan air bersih di lingkungan permukiman dapat semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Reses Menjadi Jembatan Aspirasi Masyarakat
Sebagai bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD, kegiatan reses merupakan momentum untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan keluhan warga, serta menghimpun berbagai masukan yang dapat diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan daerah.
Aspirasi yang dihimpun dalam reses dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan, pembahasan anggaran, dan pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD sesuai kewenangannya.
Terkait persoalan pendataan desil, tindak lanjut dapat dilakukan melalui koordinasi dengan instansi yang menangani pendataan sosial agar masyarakat memperoleh informasi mengenai status data dan prosedur pemutakhiran.
Sementara itu, aspirasi mengenai air bersih perlu diteruskan kepada pihak penyedia layanan dan instansi terkait untuk dievaluasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Kedua persoalan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyar

