Marabahan, pknusantara.com – Kondisi Jembatan Kampung Bali di ruas Jalan Provinsi Anjir Pasar – Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, memprihatinkan. Padahal jembatan dengan konstruksi Pileslab Bentang 22,5 Meter, ini baru dibangun 1 tahun, pada Tahun Anggaran 2025 oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan pada Kamis, 20 Agustus 2026, sejumlah kerusakan berat sudah terlihat. Dari hasil Foto dokumentasi menunjukkan kerusakan pada struktur abutment dan oprit jembatan.
Tampak beton pada bagian abutment retak, mengelupas, hingga ambrol. Material batu pondasi di dalamnya pun terlihat jelas. Selain itu, terjadi celah yang cukup lebar antara badan jembatan dengan timbunan oprit, mengindikasikan adanya penurunan tanah.
Kerusakan juga terjadi pada bahu jalan dan dinding penahan. Tiang pembatas jalan berwarna kuning-hitam terlihat mulai miring dengan pondasi yang retak. Di sisi lain, permukaan aspal di depan jembatan bergelombang, berlubang, dan sudah beberapa kali dilakukan tambal sulam.
Dengan hasil plang proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan jembatan ini merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang Bina Marga dengan anggaran TA. 2025
“Usia proyek baru sekitar 1 tahun, tapi kerusakannya sudah separah ini. Kami khawatir membahayakan pengguna jalan Anjir-Marabahan,” ujar salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Provinsi Kalsel belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan dan rencana perbaikan.
Kerusakan dini pada infrastruktur publik seperti ini memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan, mutu material, dan pengawasan proyek. Warga berharap pemerintah segera melakukan audit dan perbaikan sebelum terjadi korban.
Team pknusantara.com

