Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pengurus GEPAK Kalsel dan FKPWK Kolaborasi Nobar Film G30S/PKI

 

pknusantara.com – Banjarmasin — Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kalimantan Selatan bersama Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) menggelar nonton bareng (nobar) film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Kompleks Persada Raya II, Jalur IV, RT/RW 11B/000, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu malam (1/10/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut menjadi ajang berkumpul sekaligus refleksi untuk melihat kembali salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Nobar digagas Ketua DPW GEPAK Kalsel H. Junaidi bersama Ketua FKPWK H. Rachmat Fadillah, S.H. Pemutaran film dimulai sekitar pukul 19.30 WITA dan diikuti sejumlah anggota DPW GEPAK Kalsel, FKPWK serta awak media.

Ketua FKPWK H. Rachmat Fadillah mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda menonton film sejarah, tetapi juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga persatuan.

«“Nobar ini bukan sekadar menonton film sejarah, tetapi menjadi momentum berharga untuk memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, dan meningkatkan kewaspadaan nasional sejak dari lingkungan terkecil,” katanya.»

Sementara itu, Ketua GEPAK Kalsel H. Junaidi mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, sejarah perlu diperkenalkan kepada generasi muda agar perjalanan bangsa tetap menjadi bagian dari ingatan kolektif.

«“Sejarah harus kita kenalkan kepada generasi muda, tetapi juga harus dibaca dengan pikiran yang terbuka. Kita boleh mengkaji berbagai perspektif, tetapi jangan sampai perbedaan cara pandang terhadap sejarah justru membuat kita kehilangan persaudaraan,” ujar H. Junaidi.»

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya persatuan dan kehidupan kebangsaan.

«“Kami ingin sejarah tetap hidup di tengah masyarakat. Bukan sekadar untuk mengingat apa yang pernah terjadi, tetapi untuk mengambil pelajaran agar generasi hari ini semakin memahami arti persatuan, kebangsaan dan pentingnya menjaga Indonesia,” katanya.»

Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI merupakan film karya Arifin C. Noer yang diproduksi pada 1984. Film tersebut menggambarkan rangkaian peristiwa Gerakan 30 September 1965 berdasarkan narasi sejarah yang berkembang pada masa Orde Baru.

Film tersebut kemudian menjadi tayangan rutin setiap 30 September selama masa Orde Baru. Setelah Reformasi 1998, kebijakan penayangan wajib tersebut tidak lagi diberlakukan dan film tersebut terus menjadi bahan diskusi dari berbagai perspektif sejarah, politik, perfilman, serta representasi peristiwa 1965.

Karena itu, penyelenggara menempatkan pemutaran film bukan sebagai satu-satunya sumber untuk memahami peristiwa sejarah 1965. Peserta juga diajak melihat sejarah secara kritis dan terbuka terhadap berbagai perspektif.

H. Junaidi menegaskan, generasi muda tidak hanya perlu memahami sejarah masa lalu, tetapi juga mengambil nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa saat ini.

«“Generasi muda jangan hanya mewarisi cerita tentang masa lalu. Mereka harus mewarisi semangat untuk menjaga masa depan bangsa. Kalau dulu para pendahulu berjuang mempertahankan Indonesia, tugas kita sekarang adalah menjaga Indonesia tetap bersatu,” pungkasnya.»

Momentum 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi konteks tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila dan persatuan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan nobar tersebut, GEPAK Kalsel dan FKPWK berharap sejarah dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus dialog masyarakat. Perbedaan pandangan mengenai sejarah diharapkan tidak berkembang menjadi konflik atau perpecahan.

Dari Sungai Lulut, pesan yang ingin disampaikan penyelenggara sederhana: sejarah dapat dikaji dari berbagai perspektif, namun persaudaraan, persatuan, dan kehidupan kebangsaan

 

Team media pknusantara.com

Share: