YLBH CAKRA BANUA ANCAM GELAR AKSI DEMO BESAR-BESARAN Tuntut Direksi PLN Kalsel Mundur Akibat Pemadaman Listrik Bergilir
pknusantara.com – BANJARMASIN, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cakra Banua Kalimantan Selatan menyatakan sikap keras terkait pemadaman listrik bergilir yang terus terjadi di wilayah Kalsel. YLBH Cakra Banua menilai PLN Persero telah gagal memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Ketua YLBH Cakra Banua Kalimantan, M. Mahyuni,
Aslie, SH, menegaskan pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi di Kantor PT. PLN (Persero) UID Kalselteng dalam waktu dekat.
“Pemadaman bergilir ini sudah meresahkan. UMKM rugi, sekolah terganggu, rumah sakit terancam. Ini bukan lagi masalah teknis, ini kelalaian dan gagal kelola. Kami menuntut Direksi PT. PLN Persero UID Kalselteng bertanggung jawab dan mundur dari jabatan,” tegas direktur YLBH CAKRA BANUA KALIMANTAN, M. MAHYUNI ASLIE. SH, JUMAT, 23 Juli 2026.
3 TUNTUTAN YLBH CAKRA BANUA:*
1. *Direksi PT. PLN Persero UID Kalselteng Bertanggung Jawab* secara hukum atas kerugian masyarakat akibat pemadaman bergilir.
2. *Mundur dari Jabatan* karena dinilai gagal memenuhi kewajiban pelayanan publik sesuai UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
3. *Ganti Rugi* kepada masyarakat dan pelaku UMKM yang terdampak secara nyata dan transparan.
YLBH Cakra Banua juga mendesak PLN membuka data penyebab pemadaman secara terbuka. Jangan hanya alasan “beban puncak” atau “gangguan” tanpa bukti.
“Kami sudah kumpulkan aduan dari warga banjarbaru, Banjar, Batola, Banjarmasin. Kerugian ditaksir miliaran rupiah. Kalau dalam 7 hari tidak ada jawaban, maka kami turun ke jalan dengan massa,” ujar bang Mahyuni.
Aksi direncanakan dalam minggu ini, dengan titik kumpul di nol km dan longmarch ke Kantor PLN UID Kalselteng.
YLBH Cakra Banua mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan pelaku usaha untuk ikut bergabung menyuarakan hak atas listrik yang sering padam.
Team media pknusantara.com
